==================
"Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu, seperti yang telah Kujanjikan kepada Musa."

Hari ini saya diingatkan dengan ayat bacaan hari ini. Kita mengenal Yosua sebagai hamba Musa yang setia, yang selalu mengikuti Musa kemanapun ia pergi. Ketika pada Musa meninggal, Yosua pun diangkat Tuhan untuk menggantikan Musa memimpin bangsa Israel menuju tanah terjanji, tanah Kanaan. Saya yakin Yosua tahu pasti bahwa itu tidak mudah. Yosua mengikuti Musa begitu lama, sehingga dia pasti sudah kenal betul perangai bangsa Israel yang keras kepala, dan tahu bahwa tugas yang ia emban adalah tugas luar biasa sulit. Namun Tuhan menguatkan Yosua lewat beberapa pesan sebelum mulai melakukan tugasnya. Hari ini saya akan fokus pada salah satu ayat: "Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu, seperti yang telah Kujanjikan kepada Musa." (Yosua 1:3). Ayat ini berisi ulangan janji Tuhan yang pernah Dia berikan pada Musa. "Setiap tempat yang diinjak oleh telapak kakimu, kamulah yang akan memilikinya: mulai dari padang gurun sampai gunung Libanon, dan dari sungai itu, yakni sungai Efrat, sampai laut sebelah barat, akan menjadi daerahmu." (Ulangan 11:24). Perhatikan perkataan "setiap tempat yang diinjak oleh telapak kakimu" yang terdapat pada kedua ayat tersebut. Kalimat ini mengingatkan kita untuk berani menapak dan kemudian berani melangkah keluar. Jika kita tidak melangkah, maka tidak akan ada tempat lain yang kita injak, dan itu artinya kita hanya akan berhenti di tempat, atau berjalan di tempat, dan dengan demikian, kita tidak akan mendapatkan apa-apa. Tanpa kemauan dan keberanian melangkah, kita tidak akan bisa mendapat apa-apa dari Tuhan.
Untuk berani melangkah dibutuhkan keberanian, keteguhan hati dan semangat baja. Terkadang tidaklah mudah untuk melangkah keluar dari zona nyaman (comfort zone) kita. Ada banyak orang yang berhenti pada satu titik, dan kemudian tidak mengalami apa-apa lagi. Padahal ada begitu banyak berkat Tuhan menanti di depan. Namun mereka takut, mereka mungkin trauma, mereka dikalahkan oleh kekhawatiran dan keraguan, pikiran mereka dikuasai ribuan "what if" questions, sehingga mereka gagal mendapatkan janji-janji Tuhan akan berkat. Saya bukanlah tipe orang yang berani mengambil resiko. Saya lahir dengan sifat dasar cenderung takut melakukan hal baru dan takut keluar dari zona nyaman. Tapi saya percaya ada Roh Kudus yang menyertai saya setelah lahir baru, dan menjadikan saya sebagai ciptaan baru. "Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang." (2 Korintus 5:17). Tidak ada alasan bagi saya untuk takut melangkah, karena ada Roh Allah menyertai. Kita tidak perlu ragu dan takut karena kita tidak akan dibiarkanNya sendirian! Tuhan akan selalu menyertai kita! Kepada Yosua pun Tuhan mengingatkan hal itu. "Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi." (Yosua 1:9).
Jika saya bisa, maka anda pun pasti bisa. Ingatlah ada Roh Allah yang menyertai segala sesuatu yang kita lakukan, dimanapun, bagaimanapun dan kapanpun. Yang dibutuhkan dari kita adalah keberanian untuk melangkah. Take a step. Dan dalam prosesnya, tetaplah dekat dengan Tuhan. Stick with God and stay close to Him. Keraguan, kekhawatiran, kecemasan dan hal negatif lain boleh saja muncul, namun kalahkanlah semua itu dalam nama Yesus. Tidak ada tempat bagi semua itu dalam ciptaan baru. Daud punya kepercayaan seperti ini: "kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?" (Mazmur 56:12). Dan itulah yang perlu kita lakukan. Ada banyak berkat Tuhan menunggu di depan sana, sesuai janji-janjiNya, namun semua itu tidak akan bisa kita peroleh jika kita tidak berani melangkah. Mulailah melangkah sesuai apa yang diperintahkan Tuhan, dan petiklah berkat-berkatNya.
Jangan takut melangkah karena Tuhan selalu ada menyertai kita
No comments:
Post a Comment