========================
"Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut."

Hal yang sama juga berlaku mengenai dosa. Dosa seringkali hadir dari sesuatu yang kelihatannya indah dan menyenangkan. Kita bisa tertarik pada jebakan dosa lewat hal-hal yang mungkin bisa memberi kepuasan atau kenikmatan instan. Pada awalnya mungkin terlihat menyenangkan dan kita tertarik, padahal itu hanyalah semu dan pada akhirnya menjerumuskan kita pada dosa yang ujung-ujungnya menuju pada maut. Ada banyak orang yang lari pada obat-obat terlarang karena stres. Mereka mengira bisa menjadi rileks dan lepas dari masalah jika mengkonsumsi obat-obatan itu, tapi kita tahu bagaimana nanti akhirnya. Ada yang korupsi karena tergiur kemilau harta, berselingkuh atau berzinah dan sebagainya. Semua itu mungkin terlihat menyenangkan, tetapi semua itu adalah dosa yang sangat mematikan, sama seperti coral snake atau hewan-hewan beracun lainnya yang terlihat indah, atau jamur berwarna terang yang menarik, tetapi sebenarnya sangat beracun dan mematikan.
Yakobus mengajarkan bahwa keinginan akan kenikmatan-kenikmatan yang tidak bisa kita kendalikan akan menyeret kita ke dalam pusar kesesatan. Ketika keinginan itu berhasil memikat kita, dosa pun hadir. Seiring berjalannya waktu, dosa itu pun akan matang dan melahirkan maut. Begitu jelasnya pesan Yakobus ini dicatat dalam Alkitab: "Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut." (Yakobus 1:15-16). Racun biasanya membutuhkan waktu untuk menyebar hingga akhirnya membunuh, begitu juga dosa biasanya membutuhkan waktu hingga kita merasakan dampaknya. Awalnya nikmat, namun berakhir maut. Keinginan-keinginan daging seperti apa saja yang bisa menjadi jebakan "beracun" ini? Paulus sudah merincinya. "Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah." (Galatia 5:19-21). Terhadap segala keinginan daging ini, kita harus berhati-hati agar tidak terseret ke dalam jurang kesesatan yang berujung maut.
Jangan main-main terhadap dosa. Semenarik-menariknya tawaran yang memoles sebuah dosa hingga kadang tidak terlihat kasat mata, ingatlah kita harus hati-hati betul terhadap semua jebakan ini. Ketahuilah bahwa Tuhan menganggap dosa sebagai "kejijikan yang Aku benci" (Yeremia 4:44). Dosa inilah yang menjadi jurang pemisah hubungan kita dengan Allah. "Tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu." (Yesaya 59:2). Tuhan sudah mengasihi kita sebegitu besar hingga Dia bahkan rela menganugerahkan Kristus untuk datang ke dunia dan menebus segala dosa kita di atas kayu salib. Dari sanalah hubungan kita dengan Tuhan dipulihkan dan kita dilayakkan untuk menerima janji-janjiNya. Itu sebuah kasih karunia luar biasa, sebuah bentuk kasih atau hadiah yang diberikan kepada kita yang sesungguhnya tidak layak menerimanya. Tuhan sangat mengasihi kita dan sangat peduli pada keselamatan kita. Dia tidak ingin satupun dari kita harus berakhir ke dalam siksaan yang kekal. Maka dari itu, hendaklah kita jangan bermain-main dengan dosa. Selalu hindari dosa sejak dini, waspadalah terhadap segala sesuatu keinginan yang berasal dari daging sebelum terlambat.
Dosa bisa terlihat nikmat dan menarik, tapi sesungguhnya sangat mematikan
Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho
No comments:
Post a Comment