Monday, November 11, 2024

Collective Faith (1)

 Ayat bacaan: Lukas 5:20
==============
"Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia: "Hai saudara, dosamu sudah diampuni."


Saya harap anda belum bosan dengan kisah keempat orang yang menggotong sahabat mereka yang lumpuh untuk bertemu Yesus agar disembuhkan. Dalam beberapa hari ini Tuhan memang sedang gencar berbicara banyak tentang beberapa hal mengacu kepada bagian kisah yang dicatat dalam tiga Injil, yaitu Matius Markus dan Lukas.

Bagi anda yang melewatkan beberapa renungan terdahulu, mari saya berikan lagi ringkasannya. Pada saat itu Yesus tengah datang di Kapernaum. Mengetahui bahwa Yesus ada disana, orang pun berbondong-bondong datang menjumpainya. Seketika rumah dimana Yesus ada pun penuh. Dalam Markus pasal 2 ayat 2 dikatakan bahwa disana sudah tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintu pun tidak. Kerumunan orang seperti itu membuat siapapun menjadi sulit untuk mendekat.

Datanglah seorang lumpuh yang digotong oleh empat orang temannya. Kalau satu orang saja sulit merapat, apalagi empat orang menggotong orang lumpuh. Tapi mereka tidak kehabisan akal, meski akal tersebut tampaknya sangat sulit atau bahkan sepertinya mustahil untuk dilakukan. Mereka memutuskan untuk memanjat atap, membuka atap rumah orang tersebut dan menurunkan temannya. Mukjizat pun terjadi. Yesus menyembuhkan si lumpuh pada saat itu. Ia pulang dengan berjalan dan membawa tilamnya sendiri.

Dalam beberapa renungan terdahulu kita sudah melihat beberapa aspek terkait mengenai hal ini, yaitu dari sisi pentingnya networking dan teamwork, kerjasama yang melibatkan Tuhan dan dari sisi si pemilik rumah yang merasakan sukacita kedua dari mukjizat yang terjadi di rumahnya dan menganggap kerugian sebagai bagian dari pelayanan. Hari ini saya ingin fokus kepada hal lain yang saya rasa juga jarang sekali kita perhatikan, yaitu iman dari keempat temannya.

(bersambung)

No comments:

Collective Faith (3)

 (sambungan) Dari kisah ini kita bisa melihat beberapa hal penting. Pertama, kita bisa melihat bagaimana iman bisa menggerakkan Tuhan menjam...