Ayat bacaan: Galatia 5:6
==================
"...faith activated and energized and expressed and working through love." (English AMP)
Kebutuhan manusia akan perangkat komunikasi terus meningkat. Saat Alexander Graham Bell mematenkan telepon pertama saat masih berusia 29 tahun, dunia komunikasi manusia menjadi berubah. Berbagai penyempurnaan dan inovasi terus terjadi, hingga kemudian kita mengenal telepon yang tidak memerlukan kabel, bisa dibawa kemana-mana dalam genggaman.
Saya masih ingat saat telepon seluler atau handphone (hp) mulai menjamur di Indonesia di sekitar pertengahan dekade 90'an. Telepon seluler sebenarnya sudah ada sejak awal tahun 70an, dan kemudian mulai diperkenalkan di Indonesia sekitar 10 tahun kemudian. Tapi berbagai penyempurnaan dan berdirinya operator seluler membuat telepon seluler ini bisa eksis dan berkembang pesat dengan jumlah pemakai yang terus meningkat dengan cepat.
Dahulu di awal-awal layarnya tidak berwarna dan nada dering alias ringtonenya masih monophonic. Lantas layar mulai berwarna meski terbatas dan nada dering juga tidak lagi mono melainkan polyphonic. Karena pada masa itu telepon seluler hanya berfungsi untuk menelepon dan sms an, baterainya sangat awet. Standby time nya bisa tahan berhari-hari, yang artinya telepon seluler anda akan tetap aktif meski tidak di charge selama beberapa hari.
Metamorfosis dan revolusi telepon genggam terjadi begitu cepat. Hari ini sulit rasanya membayangkan bagaimana jadinya tanpa adanya smart phone dalam genggaman kita. Seperti namanya yang 'smart', kegunaannya jauh melebihi fungsi dasar sebagai alat menelepon dan teks. Beberapa aplikasi tetap stand by agar pesan yang masuk bisa segera kita terima. Fitur-fitur terus bertambah, dunia seolah ada dalam genggaman kita.
Karena kompleksitasnya, baterainya pun jauh lebih cepat habis dibanding telepon seluler jadul. Orang yang aktif memakai smart phone bisa jadi butuh men-charge ulang gadgetnya beberapa kali dalam sehari. Tidaklah heran jika di pusat-pusat perbelanjaan, cafe atau tempat hang-out/pusat keramaian menyediakan colokan listrik untuk menjaring konsumennya. Tempat hang-out yang tidak 'peka' terhadap kebutuhan terkini orang akan sulit bersaing.
Alternatifnya, kita pun wajib dilengkapi dengan power bank agar kita bisa kembali mengisi daya unit baterai saat mengalami lowbat kapanpun dan dimanapun. Pendek kata, di jaman yang serba elektronik dan elektrik ini kita sangat tergantung pada sumber daya agar semua gadget dan kebanyakan perangkat penting kita bisa tetap berfungsi.
Bagaimana dengan iman?
(bersambung)
No comments:
Post a Comment